jQuery Mobile Framework

Navigation Search

Forums - Kompilasi Tanya Jawab

BOLEHKAH BERPUASA SUNNAH SYAWWAL 6 HARI SEBELUM MENGQODHO (MENGGANTI HUTANG) PUASA RAMADHAN?

Jum'at, 31 Agustus 2012 , 15:59:17
Oleh : Feby ummu maryam

Masalah 228: BOLEHKAH BERPUASA SUNNAH SYAWWAL 6 HARI SEBELUM MENGQODHO' (MENGGANTI HUTANG) PUASA RAMADHAN?

Tanya:
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Ustadz ana mau tanya, istri ana mau puasa syawal tp beliau masih punya hutang puasa ramadhan, apakah beliau boleh puasa syawal dulu karena waktunya terebatas, baru byr hutang puasa ramadhan, شُكْرًا جَزِيْلاً ats jawabannya ya ustadz..

Jawab:
وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bismillah. Dalam hal ini yg lebih baik n utama adalah mendahulukan Qodho (ganti hutang) puasa Ramadhan, karena ibadah yg wajib harus lebih didahulukan darpada ibadah sunnah. N yg demikian ini lebih dicintai Allah, sbgmn firman Allah di dlm hadits Qudsy:
(wa ma taqorroba 'abdi bi syai-in ahabba illaiyya mimma iftarodhtuhu)

Artinya: "Dan hamba-Ku tidaklah bertaqorrub (mendekatkan dirinya) kepada-Ku dengan suatu amalan yg lebih Aku cintai daripada amalan-amalan yg tlh Aku wajibkan kepadanya."

Apalagi jika jumlah hari dari bulan Syawal masih memungkinkan atau cukup untuk menggabungkan pelaksanaan puasa yg wajib (Qodho puasa Romadhon) dengan puasa sunnah (6 hari dari bulan Syawal), maka ini yg paling utama n lebih baik utk dikerjakan.

Namun meskipun demikian, sebagian ulama berpendapat BOLEH mendahulukan puasa sunnah 6 hari dari bulan Syawwal drpd Qodho puasa Ramadhan, apalagi jika hari-hari dari bulan Syawal akan segera habis (berakhir). Mereka (para ulama) jg beralasan bahwa menQodho puasa Ramadhan waktunya cukup luas (panjang), yakni selama 11 bulan hingga sebelum tiba bulan Ramadhan pd tahun berikutnya.

Diantara dalil syar'i yg menguatkan pendapat ini, ialah perbuatan Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa ia pernah mempunyai hutang puasa Ramadhan, dan ia baru sempat melunasi hutang puasanya tsb pd bulan Sya'ban sblm tiba bulan Ramadhan tahun berikutnya.

Demikian jawaban yg dapat kami sampaikan. Smg bermanfaat. Wallahu a'lam bish-showab. Wabillahi at-taufiq.

Sumber: Tanya Jawab Grup Hadist Ustadz Washito