jQuery Mobile Framework

Navigation Search

Forums - Kompilasi Tanya Jawab

KUMPULAN TANYA JAWAB DI BBG MAJLIS HADITS TENTANG DERAJAT HADITS DAN MENDAHULUKAN DZIKIR ATAU SHOLAWAT

Ahad, 03 Juni 2012 , 01:35:37
Oleh : Ummu Adam

Pertanyaan :

Ustadz derajat hadits ini apa yah?
Beliau bersabda di dalam hadisnya yang diteruskan di dalam Shahih Muslim.
"Hari kiamat itu tidak akan datang kepada kita sampai daratan Arab itu sekali lagi akan menjadi padang rumput dan dipenuhi dengan sungai."

Jawaban Oleh Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz, Lc,MA :
(Disusun Di BBG Majlis Hadits)

Hadits tsb derajatnya SHOHIH.
Diriwayatkan oleh imam Muslim dlm kitab Shohihnya II/700 no.157, dan imam Ahmad dalam kitab Al-Musnad II/370 no.8819, dan II/417 no.9384, dari sahabat Abu Huroiroh rodhiyallahu anhu.

---------

Tanya:
Mohon maaf kalau saya yg pemula ini bertanya. Lebih utama bershalawat atau mengagungkan nama  ​اَللّهُ SWT ?

Jawab:
Mengagungkan Allah Ta'ala lebih utama drpd bersholawat kpd Nabi. Karena Allah adalah Al-Kholiq (sang Pencipta) sedangkan Nabi adalah makhluq (ciptaan Allah). Tapi semuanya ibadah yg mulia dan berpahala besar. Dan jika digabungkan dlm dzikir maka akan lebih utama dan lebih sempurna.
Wallahu a'lam bish-showab.

---------

Tanya:
Ada hadits : ash sholatu mi'rajul mu'minin (sholat itu mi'rajnya orang mukmin) diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Kedudukan hadits ini bagaimana ya? Syukron.

Jawab:
Bpk A....n bin A.....n yg smg dirahmati Allah, hadits yg berbunyi:

اَلصَّلاَةُ مِعْرَاجُ الْمُؤْمِنِ

"Sholat itu adalah media utk naiknya seorang mukmin (ke langit menghadap Allah, pent)."
Yang nampak bagi saya adalah bukan hadits Nabi, karena sebagian ulama yang menyebutkan riwayat atau kalimat tsb spt imam Suyuthi dalam Syarah Sunan Ibnu Majah dan An-Naisaburi didalam tafsirnya, mereka menyebutkannya tanpa Sanad sama sekali, sehingga tidak jelas asal-usulnya, apalagi sampai dikatakan bhw hadits ini diriwayatkan oleh imam Bukhori, maka terlalu mengada-ada.
Demikian pula sebagian ulama seperti al Munawi dalam kitab Faidhul Qodir dan Al-Alusi dlm kitab Ruhul Ma'ani mereka menyebutkan kalimat tsb dlm rangka mnjelaskan kedudukan ibadah Sholat yg begitu tinggi di dalam agama Islam, tapi tanpa sanad juga.

Maka kita sebagai penuntut ilmu, hendaknya berhati-hati dlm membaca atau memposting riwayat2 yg masih meragukan keshohihannya. Apalagi di zaman sekarang terlalu banyak sms, atau bbm atau artikel yg berisi khurofat dan kedustaan n kebatilan tapi disandarkan kpd Nabi dan juga para ulama hadits yg mana mrk berlepas diri dari riwayat2 tsb.
Wallahu almusta'an. Semoga Allah menjauhkan kita semua dari segala keburukan dan penyimpangan dlm beragama.

---------

Tanya:
  السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ ustadz
apakah ada hadits yg shohih tentang tumit-bertemu tumit..? Dlm sholat posisi berdiri

Jawab:
وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bpk R...l yg smg dirahmati Allah,
Hadits yg memerintahkan kita agar meluruskan dan merapatkan shoff di dalam sholat derajatnya SHOHIH. Riwayatnya juga banyak namun dengan lafazh yg berbeda-beda. Tapi maknanya sama, yaitu perintah Nabi shallallahu alaihi wasallam kpd umatnya agar mereka bersungguh-sungguh dlm meluruskan dan merapatkan shoff di dalam sholat.

Di dalam Shohih Bukhori disebutkan dalam bab ilzaqul mankib bil mankib wal ka'b bil ka'b wa qola an-Nu'man bin Basyir ro'aitur rojula...dst.
Imam Al-Bukhori rahimahullah berkata:

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ خَالِدٍ قَالَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ « أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ فَإِنِّى أَرَاكُمْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِى » . وَكَانَ أَحَدُنَا يُلْزِقُ مَنْكِبَهُ بِمَنْكِبِ صَاحِبِهِ وَقَدَمَهُ بِقَدَمِهِ

(HR. AL-BUKHORI  I/254 NO.692)
HADITS INI DISHOHIHKAN OLEH SYAIKH AL-ALBANI DI DALAM SILSILAH AL-AHADITS ASH-SHOHIHAH I/70 NO.31, DAN DI DALAM SHOHIH AT-TARGHIB WA AT-TARHIB I/120 NO.498)
Hadits ini diriwayatkan dari jalan sahabat Anas bin Malik rodhiyallahu anhu.

Sedangkan hadits tentang meluruskan shoff yg diriwayatkan dari jalan An-Nu'man bin Basyir disebutkan dalam Sunan Abu Daud, beliau (Abu Daud) berkata:

1. HADITS RIWAYAT ABU DAUD, IA BERKATA:

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِى شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ زَكَرِيَّا بْنِ أَبِى زَائِدَةَ عَنْ أَبِى الْقَاسِمِ الْجَدَلِىِّ قَالَ سَمِعْتُ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ يَقُولُ أَقْبَلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَلَى النَّاسِ بِوَجْهِهِ فَقَالَ « أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ ». ثَلاَثًا « وَاللَّهِ لَتُقِيمُنَّ صُفُوفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللَّهُ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ ». قَالَ فَرَأَيْتُ الرَّجُلَ يُلْزِقُ مَنْكِبَهُ بِمَنْكِبِ صَاحِبِهِ وَرُكْبَتَهُ بِرُكْبَةِ صَاحِبِهِ وَكَعْبَهُ بِكَعْبِهِ.

(HR. ABU DAUD I/234 NO.662)
Di dalam hadits riwayat Abu Daud disebutkan lafazh terakhir dari perkataan An-Nu'man bin Basyir:

فَرَأَيْتُ الرَّجُلَ يُلْزِقُ مَنْكِبَهُ بِمَنْكِبِ صَاحِبِهِ وَرُكْبَتَهُ بِرُكْبَةِ صَاحِبِهِ وَكَعْبَهُ بِكَعْبِهِ.

"Maka aku melihat seorang laki-laki menempelkan pundaknya ke pundak saudaranya, lutut kepada lututnya, dan mata kaki ke mata kaki."

Adapun penafsiran dari sebagian orang bahwa lafazh ( وَقَدَمَهُ بِقَدَمِهِ) Diartikan dengan 'tumit dengan tumit' adalah penafsiran yg lemah dan tidak tepat. Wallahu a'lam bish-showab.

---------

Tanya:
Kesimpulanya bagaimana cara meluruskan dan merapatkan shof yg benar dan sesuai sunnah

Jawab:
Cara meluruskan shof yg benar sesuai tuntunan Nabi di dalam sholat adalah dengan mensejajarkan pundak dengan pundak dan mata kaki dengan mata kaki sambil berusaha menempelkannya sbgmana disebutkan dlm hadits2 di atas.  Bukan dengan mensejajarkan tumit dengan tumit atau ujung jari2 kaki dengan ujung jari2 kaki, karena ukuran kaki satu orang dengan yg lainnya berbeda2. Dan yg demikian ini dilakukan sebelum takbirotul ihrom dan berusaha mnjaga kelurusan n kerapatan shof sholat hingga selesai/salam.

---------

Tanya:
Di masjid sebelah ana shof ga bisa rapat krn nggak bisa diluruskan karena posisi kaki tdk lurus/miring, kalau ditempelin ke kaki mrk malah menjauh

Jawab:
Kalo orang yg di sebelah kita ga mau ditempelin dan semakin menjauh ketika kita berusaha atau meminta merapat seblm sholat dimulai, maka upaya kita adalah memberitahu dg kata2 yg lembut bhw ini termasuk tuntunan Nabi demi kesempurnaan sholat. Setelah diberitahu dan dia tetap menjauh ketika sholat berlangsung, ya sudah kita berdiri pada posisi kita, tidak perlu melebarkan kaki kita shingga seakan2 tdk sedang berdiri, atau tidak perlu mengejar orang tsb dgn bergeser ke kanan atau ke kiri, krn nanti bisa merusak shoff dan bisa jadi ga ada yg sholat di belakang imam krn makmumnya pada bergeser ke kanan atau ke kiri mengejar org yg tdk mau dirapatkan kakinya.